Setiap inchi daratan adalah pentas tarian cintaMu. Setiap kubik lautan adalah tinta 'tuk tuliskan syair untukMu. Dan sehelai nyawaku sebagai pengikatMu.

Monday, October 11, 2010

Shubuh

Advertisement

Damai terbasuh wudlu'.
Lantunan As-Syifa' mengalir merdu.
Tentramkan seisi Qolbu.
Redamkan bisikan nafsu.
Lengkapkan ibadah yang fardlu.
Di Shubuh yang bernafas, syahdu.
Berhamba hanya kepada Yang Satu.

03:32 26-08-'10

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Shubuh

  • Cinta yang LainSatu yang seribu. tak sebanding denganmu, ibu. Dalam diam bibirmu berjuta do'a tertabur untukku, anakmu. Dalam pandang sayu itu, tersirat kasih yang tak pernah la ...
  • Jalan Tak Lengkap selelapnya pagi di sepi kota. setelah hidup dalam malam. asa pulang tak habis mimpi. jemu di selangkangan. semata tanpa tujuan. menikam waktu merajam. hari di sela-sel ...
  • KorengMenabur perih, Di bekas-bekas luka bernanah. Bekas yang tak akan hilang, Meski sakitnya menghilang. Mengigau namamu, Sembari menyeret letih kenanganmu. Kenangan yang m ...
  • Rindu Senyummu Setelah Hujanjelaga manyaru kabut menindih hati kalut setelah hujan malam saat aku dibeku rindu bukan jalanan yang kurisaukan tidak juga selimut yang kurindukan tetapi senyummu tet ...
  • Perahu Kertas Terlipat rapi dan terbentuk begitu sempurna, seperti perahu kertas Ceria dan canda kanak kanak riuh di sekelilingmu, seperti perahu kertas. Rapuh, toh masih mampu be ...

0 komentar:

Post a Comment