Setiap inchi daratan adalah pentas tarian cintaMu. Setiap kubik lautan adalah tinta 'tuk tuliskan syair untukMu. Dan sehelai nyawaku sebagai pengikatMu.

Saturday, October 5, 2013

Ini Cinta Rahwana bukan Angkara

Advertisement

Ini Cinta Rahwana bukan Angkara

kafir? pasir?
busuk? mabuk?
anjing? maling?

lalu apa jadinya mimpi jika tak kau perkenankan hadir menemani sepinya malam-malam gelap tanpa pelita yang mengharu jiwa yang sendiri? aku memilih Shinta.

kupastikan tak perlu lagi rintih pilu jika jiwamu berteduh di sini sembari menutup mata menikmati desir bara cinta sejati Sang Rahwana. Bukan kepemilikan.

apa mesti dan harus mengagumi dan mencintai keudian dimiliki? Sri Rama itu dusta.

maling bukan anjing.
pemabuk tak selalu busuk
dan pasir bukanlah kafir.

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ini Cinta Rahwana bukan Angkara

  • RanumAlam hayalku penuh senyum. Di lecut Harapan yang kugantung. Waktuku panjang hinga ranum. Berbuah manis bertumpuk menggunung. Ahai... Gembiranya... Riang berjejer menyap ...
  • Mataku Mata NyalangMataku, mata nyalang yang mengawasi rerimbunan semak belukar setinggi dada. Mataku tak pernah terpejam kala malam. Mataku mata lelah yang sama. Mataku adalah mata tajam. ...
  • Damai Senja di Pelukan Simfoni JanjiKetika sore berbalut langit senja, ada awan jingga mengukir wajahmu. Ketika samudra biru mulai merona, ada buih yang menggulung hasratku. Itu semilir angin tepian panta ...
  • Durjana Cantikdurjana menangis dalam tawa kering tipis memaki ujung-ujung bumi yang teriris: najis... beribu tanya merajam jiwa di sepi waktu berbalur hampa jangan! aku tak suka: pen ...
  • Senja Mabukhati sepi seperti mati. kala luka di ujung senja, terbuka. tatapan lembayung mabuk di ujung ufuk, menusuk menghujam jiwa lara. kala teguranMU memutarbalikkan asaku. aku ...

0 komentar:

Post a Comment