Setiap inchi daratan adalah pentas tarian cintaMu. Setiap kubik lautan adalah tinta 'tuk tuliskan syair untukMu. Dan sehelai nyawaku sebagai pengikatMu.

Sunday, November 17, 2013

Damai Senja di Pelukan Simfoni Janji

Advertisement

Ketika sore berbalut langit senja,
ada awan jingga mengukir wajahmu.
Ketika samudra biru mulai merona,
ada buih yang menggulung hasratku.

Itu semilir angin tepian pantai,
meneduhkan pikir, mengeramkan syahdu.
Itu gemerisik dedaunan perdu,
menggelitik rindu, mencubit kalbu.
Mesra...

Adakah lain hari? Ada.
Adakah lain janji? Semoga tidak.

Sungguh, akan ada damai setelah sujudku pada Sang Cinta,
hingga ku mampu memelukmu dengan cinta suci.

Sebab simfoni ini adalah janji.
Semoga tak luruh, semoga tak teringkari.

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Damai Senja di Pelukan Simfoni Janji

  • Demi CintaLihat, debu halus di jalan pinggir pantai. Kini melekat di tubuhku. Menambah tebal daki di dahi. Bercampur keringat yang mengucur. Ini demi istri ...
  • GERIMIS APRIL SURABAYAhujan, itu ingatan. gerimis, itu kenangan. seperti epos tak tergantikan. ini tentangmu, yg pernah berbagi ranjang dan rantang yang sama. ...
  • Maaf Setangkup merah jingga di telapak kakimu. Ada darah di lantai basah. Di merah matamu ada bara. Sembab. Lembab Ma'af. ...
  • Kepala Batu"senandung gersang di padang ilalang, mengungkapkan kerinduan pada hujan yang tak akan datang" kukira raja katak yang menggonggong, ternyata kau.. kau bilang aku sama pi ...
  • HujanBumi bersedia menunjukkan kesegarannya tepat waktunya... pagi. Dedaunan kering pun bukan hal remeh semata... dia adalah kehidupan yang basah. Dan seperti cacing-cacing ...

0 komentar:

Post a Comment