Ketika sore berbalut langit senja,
ada awan jingga mengukir wajahmu.
Ketika samudra biru mulai merona,
ada buih yang menggulung hasratku.
Itu semilir angin tepian pantai,
meneduhkan pikir, mengeramkan syahdu.
Itu gemerisik dedaunan perdu,
menggelitik rindu, mencubit kalbu.
Mesra...
Adakah lain hari? Ada.
Adakah lain janji? Semoga tidak.
Sungguh, akan ada damai setelah sujudku pada Sang Cinta,
hingga ku mampu memelukmu dengan cinta suci.
Sebab simfoni ini adalah janji.
Semoga tak luruh, semoga tak teringkari.
Home »
Angin »
Damai »
Janji »
Laut »
Sajak »
Senja »
Simfoni »
Damai Senja di Pelukan Simfoni Janji
Sunday, November 17, 2013
Damai Senja di Pelukan Simfoni Janji
Di Publikasikan
Jon Moekidi
pada
Sunday, November 17, 2013
Advertisement
Advertisement
Related : Damai Senja di Pelukan Simfoni Janji
Demi CintaLihat, debu halus di jalan pinggir pantai. Kini melekat di tubuhku. Menambah tebal daki di dahi. Bercampur keringat yang mengucur. Ini demi istri ...
GERIMIS APRIL SURABAYAhujan, itu ingatan. gerimis, itu kenangan. seperti epos tak tergantikan. ini tentangmu, yg pernah berbagi ranjang dan rantang yang sama. ...
Maaf Setangkup merah jingga di telapak kakimu. Ada darah di lantai basah. Di merah matamu ada bara. Sembab. Lembab Ma'af. ...
Kepala Batu"senandung gersang di padang ilalang, mengungkapkan kerinduan pada hujan yang tak akan datang" kukira raja katak yang menggonggong, ternyata kau.. kau bilang aku sama pi ...
HujanBumi bersedia menunjukkan kesegarannya tepat waktunya... pagi. Dedaunan kering pun bukan hal remeh semata... dia adalah kehidupan yang basah. Dan seperti cacing-cacing ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment