Tetes mutiara bening mulai tercecer di hening lembar-lembar hijau malam.
Tak mengapa asal dahaga mendapat pelipur lara dalam diam.
Aku tahu hujan tak pulang kali ini.
Aku tahu harus kembali menanti.
Terpojok di sudut sepi, menggigit kuku di tepi pagi.
21 Januari 13
Monday, January 21, 2013
Daun, Embun dan Hujan
Di Publikasikan
Jon Moekidi
pada
Monday, January 21, 2013
Advertisement
Advertisement
Tags :
Sajak
Related : Daun, Embun dan Hujan
Ada Paku di Dadaku Diamku dalam darah Senyumku malaikat pilu Ada palu di keningmu Untukku berkawan jaddah Bagimu pesonamu Ada paku di dadaku Bumi, kemudian langit Lihat, anganku mengga ...
Damai Senja di Pelukan Simfoni JanjiKetika sore berbalut langit senja, ada awan jingga mengukir wajahmu. Ketika samudra biru mulai merona, ada buih yang menggulung hasratku. Itu semilir angin tepian panta ...
Review Film 'Sang Kiai' [2013] Pada menit pertama bermula film ini langsung memperkenalkan tokoh utamanya, Sang Kiai Haji Hasyim Asy'ari (Ikranagara, 'Laskar Pelangi', 'Garuda di Dadaku'). Pengenalan ...
Rindu Senyummu Setelah Hujanjelaga manyaru kabut menindih hati kalut setelah hujan malam saat aku dibeku rindu bukan jalanan yang kurisaukan tidak juga selimut yang kurindukan tetapi senyummu tet ...
Senandung Gersangterpaku di belantara sunyi, merenungi sekotak cahaya. tertawa dan mengikik tanpa sejawat, mencari penghibur bagi jiwa berlumut sepi. --sendiri. menulis dalam ketukan-ke ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
keren mas
ReplyDeleteMakasih dah mau komen sob. :)
Delete